Ba Ba Day!
I slept at 3 a.m this morning. Waking up so late made me had to run to lab (yeap, I have morning meeting with my adviser everyday, so that I can’t be late). I prepared (and made up
) my progress report in a very clumsy way. Soon after I thought I was ready, my labmate told me,”Professor isn’t coming today”. Haiz….
I just wondered “What’s happened?” until my labmate came back after going out for a while. He brought a blue greeting card, a very glittery one, with three words, “Just For You”. *ehem*ehem* I tried to tease him because I thought it’s for a girl. I asked him, “For who?”. “For my father”, he replied. WOW! He is so sweet. Even, I never bought anything before for my father in Father’s Day. (Right in this moment, he’s writing a lot of thing in his card. A very great son, indeed. Not like me. LOL)
I realized, “Today is Father’s Day!” Yeah, you can argue about that. To be more specific, in Taiwan, today was Father’s Day. It was the reason why my professor didn’t come. My friend said, he went to his father’s home in Hualien.
Well, the big question is “Why should today?”. August, 8th or we can write it as 8/8. In chinese, we can pronounce “eight” as ba (read: pa, since we pronounce ‘b’ like ‘p’; while ‘p’ can be pronounces like ‘ph’). Therefore, we read it as ba-ba and, yeap, it’s a homonym for “father” in Chinese. That’s the simple reason why Taiwanese pick 8/8 as the Father’s Day.
Anyway, in this moment, I also want to say: 祝您父親節! Happy Father’s Day to my beloved dad! You are Zuper, Dad! Zuper, beyond an ordinary Super
.
Sebuah Cerita Tentang IPTN dan TSMC
Ingat ga sih ujian jaman SD:
Apakah kepanjangan IPTN?
A: Industri Pesawat Terbang Nasional
B: Instalasi Pesawat Terbang Nasional
C: Industri Pesawat Terbang Nurtanio
D: Industri Pesawat Terbang Nusantara
Anak pintar pasti jawab…… D! Menurut saya, ini salah satu perusahaan yang dapat dibanggakan, apalagi dibandingkan dengan mobil Timor waktu itu. Saya ingat joke tentang mobil Timor jaman saya SD. Casing mobil tersebut terbuat dr kaleng (minuman), jadi kalau kita getok pake tangan, ringsek lah mobil tersebut. LOL. Tapi, untuk IPTN ini, kayanya semua tahu diri deh untuk menghargai apa yang ada di dalam sana. Kalau tidak sadar betapa hebatnya IPTN ini, coba anda hitung, berapa negara yang mampu membuat pesawat sendiri, dan berapa negara yang ada di kawasan Asia.
Pirates of the Caribbean
Umm, anda pikir tulisan ini tentang filmnya Johnny Depp? Aha! Sayang sekali, anda kurang beruntung kalo membayangkan hal tersebut. So? Ini tentang apa yah? Tentang percakapan saya dan seorang teman saat makan siang.
Teman saya hitam (eh, bukan rasis lho, tapi emang item banget
). Pertama kali, saya kira dia dari Afrika (lagi-lagi ini hanya tebak-tebak buah manggis, dan bukan rasis
). Dan ini lah percakapan yang terjadi saat saya ingin mengklarifikasi anggapan saya tersebut. Percakapan saya terjemahkan karena berbagai alasan, terutama demi keselamatan kita bersama (rrr, saya sih tepatnya, daripada kena bogem dari yang bersangkutan, lol).
Saya (S): Eh, kamu dari mana sih asalnya? (uda yakin 97,98% dia dari suatu tempat di benua Afrika)
Teman (T): (menjawab dengan sangat excited) Saya dari St. Lucia.
S: (bingung, dia nyebut apa tadi? Etiopia? Bukan kayanya, South Africa? Apa Nigeria) Eh?
T: (mengulang menyebutkan nama negaranya tercinta) Kamu tau ga dimana?
S: (yakin itu bukan negara di benua yang banyak macan, jerapah, sama cheetahnya) Sorry, di mana yah? (berharap itu di suatu tempat dekat benua hitam)
T: Itu di Karibia.
S: Ummm… (mampus, yang ada di otak kenapa John Depp? sok pasang tampang ngerti) Oooo, I see. Saya pikir Karibia itu satu negara (berasa bodoh ngomong gitu, cuma saya bingung Karibia itu masuk negara apa yah? posisinya di mana yah? Aha! Pasti deket Madagaskar atau Timbuktu! Soalnya daerah-daerah itu kan yang banyak dijadiin tempat di pelem-pelem)
T: Oh, engga, Karibia itu terdiri dari banyak negara-negara kecil. Salah satunya negara saya. Negaranya kecil. Penduduknya hanya sekitar ….. (panjang ini ceramahnya, cut aja deh)
S: Oooo… (masih berusaha mencari di manakah posisi Karibia sebenarnya, seingat saya, deket Madagaskar ga ada kepulauan, apa deket Kuba yah ini?)
T: (masih ceramah) Iya, negara saya hanya sekian jam dari Florida.
S: (AHA!!!!! Cring-cring-cring, dekat Kuba! Saya pintar saudara-saudara!) Wow, sounds great!
T: Oh, saya punya peta Karibia (balik badan, nunjukin bagian belakang kaosnya yang ternyata ada peta Karibia tersebut).
S: Di mana yah?
T: Itu di kanan bawah, dekat ….. (lupa dia bilang deket apa)
S: Di mana yah?
T: Itu, antara negara x dan y.
S: Oooooohhhhhh… Ini toh. (baru sadar ternyata nama negara dia sebenarnya adalah St. Lucia)
Maaf, 7 itu nilai tertinggi Geografi saya. IPS SD saya juga memprihatinkan. Patimura dari Aceh? Hasanudin dari Maluku? Tapi…. Coba ngaku, siapa yang tau posisi pasti dari negara teman saya tersebut? Ah, saya yakin ga beda-beda amat ga taunya sama saya. Hahaha.. Ga mau disalahin gini.
Well, okay jadi buat yang ga tau Karibia itu di mana, dan negara-negara yang ada di gugusan kepulauan tersebut apa aja, ini dia hadiah dari saya karena sudah senasib dan sepenanggungan:

Dan, coba lihat di kanan bawah, di atas tulisan Grenada. Nah! Ketemu kan. Sekarang kita udah sama-sama pintar deh. LOL.
“Sotoy” Is Worse Than Silent
Menurut anda, jika anda diberi pertanyaan, mana yang lebih baik? Diam karena ga tau? Atau menjawab sekenanya? Well, please don’t answer with: “lebih baik jawab dengan jawaban yang benar dan lengkap”. Itu ga ada di pilihan bang. Anggaplah pertanyaan yang dikasih pertanyaan yang gampang-gampang sulit. Seperti permasalahan berikut:
Perhatikan gambar di atas. Coba dilihat dengan baik. Kalau anda kuliah teknik, saya yakin terasa familiar. Seengganya, kuliah Fisika Dasar di tingkat pertama pernah membahas sesuatu berkaitan hal tersebut.
Buat yang bukan jurusan teknik, coba ingat-ingat masa SMA. Kok kayanya samar-samar inget deh, kalo V itu kecepatan (velocity), dan r itu posisi. Kalo θ (teta) harusnya sudut yah.
Nah, sekarang ada rumus seperti ini:
,di mana r dengan titik di atasnya adalah turunan pertama dari r. V dengan titik di atasnya adalah turunan pertama dari kecepatan. ω (omega) adalah kecepatan angular (kecepatan sudut, kalo ga salah inget bahasa gaulnya), dimana ω adalah turunan pertama dari θ, dan V dengan tanda siku-siku di kanan atasnya adalah V perpendicular atau vektor yang membentuk sudut 90 derajat terhadap vektor V.
Udah mulai pusing dan berminat meninggalkan bacaan tidak menarik ini? Hahaha.. Tenang-tenang, sedikit lagi dan akan saya ganti kata-kata teknis matematis tersebut dengan yang lebih menyenangkan
.
Permasalahannya sekarang adalah: Ada seorang teman yang bertanya pada anda, bener ga sih rumus di atas? Untuk baris pertama, rata-rata akan menjawab: bener lha, dari kelas satu SMA diajarin kalo turunan pertama dari posisi (r) itu kecepatan (V). Permasalahan ada di baris kedua dan ketiga. Benarkah rumus di atas?
Harusnya benar, karena saya ambil langsung dari sebuah tulisan di jurnal IEEE Transaction on Robotics Vol. 25, No. 4, Agustus 2009. Kalau ga percaya cari aja “Vision-Based, Distributed Control Laws for Motion Coordination of Nonholonomic Robots” karangan Nima Mostagh dkk. Oke, sudah pasti benar kalau begitu kan.
Masalahnya, yang selalu ditekankan pembimbing saya adalah: don’t take any formula for granted. Intinya, saya harus membuktikan rumus tersebut, dan saya tidak bisa (atau paling tidak, sekian bulan lalu)! Nah, kalau anda ditanya, bisa bantu saya cari cara untuk membuktikan rumus tersebut? Apa jawaban anda?
Masalah itu, sangat gampang kan kayanya. Itu pelajaran SMA gitu? Kecepatan angular, sudut, posisi, vektor kecepatan. Ah, kayanya semua orang punya ingatan samar-samar terhadap hal tersebut. Nah, itulah yang terjadi sama sebagian rekan-rekan saya. Mereka mengklaim punya ingatan samar-samar akan hal tersebut. Dan jawaban yang saya terima dari sekian orang (nyaris selusin) adalah: itu kan gerak melingkar, coba buka buku SMA! Atau, coba buka buku Fisikanya Halliday (merefer ke buku teks tingkat satu di ITB dan mayoritas universitas lain).
Kalau anda ditanya permasalahan di atas, dan menjawab kurang lebih seperti apa yang dikatakan teman-teman saya. Percayalah! Anda Sotoy!
Don’t Call Me China
Almost a hundred years ago, a man was shot in his chest in a civil war. Several years later, he ran away from his country. Avoiding the conscription was one of his reasons. However, the most important one was to get a better life. In that time, life in there was so miserable. Hongkong as the nearest promising area became his destination. This was also not so good here, then Singapore became his next stop. The story didn’t stop there.
