Archive | sastra RSS for this section

Hidup Itu Bersepeda

Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving.

Tadinya saya mau membuat tulisan terakhir di 2010 tentang beberapa kilas balik di 2010, tapi tulisan sekian ratus kata tersebut akhirnya saya hapus. Sepenggal kata-kata sederhana dari seorang bernama Albert Einstein kepada Eduard, anaknya ini membuat saya tertegun di hari-hari terakhir tahun ini.

Hampir semua orang akan melihat setahun ke belakang dan membuat catatan-catatan tersendiri. Kegagalan, keberhasilan, momen-momen tak terlupa baik itu senang maupun sedih. Refleksi kehidupan di 2010. Atau mungkin sebuah kaleidoskop. Sama seperti E=mc2, rumus kehidupan versi Einstein sangat sederhana, jelas, dan efektif.

Rumus yang diberikan Einstein kepada anaknya ini telah dibuktikan oleh ilmuwan-ilmuwan lain. Thomas Alva Edison terus berjalan, meskipun dia menemui banyak kegagalan. Sekian puluh, ratus, atau mungkin ribu percobaan yang dilakukannya tidak membuat ia lelah. Saat ini kita mungkin jarang menggunakan lampu pijar, neon sudah menjadi standar masa kini, tapi temuan Edison tetap akan selalu dikenang. Bukan hanya itu, 1093 paten miliknya dan tentunya ada phonograf yang juga terkenal itu membuatnya menjadi salah satu penemu, ilmuwan, dan juga pebisnis legendaris di muka bumi. Kejatuhan tidak membuat dia patah semangat dan berhenti. Karena untuk menjaga keseimbangan hidup, manusia harus terus bergerak maju, seperti bersepeda.

Ilmuwan lain juga telah membuktikan teori ini. Marie Curie, seorang peraih nobel. Unsur kimia pertama yang ditemukannya, polonium, diberikan nama berdasarkan tanah kelahirannya. Wanita pertama peraih nobel dan juga orang pertama dan masih satu-satunya nobel laureate yang meraih penghargaan di dua bidang (fisika dan kimia). Penghargaan lain disandangnya, termasuk Davy, Elliot, Matteucci, dan juga Elliott Cresson medal. Luar biasa! Semua keberhasilan ini tidak membuat dia berhenti berkarya, dan membuat dia berpuas diri. Saya yakin, sampai akhir hidupnya dia melakukan hal yang sangat luar biasa, salah satunya adalah menjadi istri yang luar biasa bagi suaminya, dan ibu yang tak tertandingi bagi kedua anaknya. Hasilnya, anak Curie juga menjadi nobel laureate. Sebagai catatan, keluarga Curie adalah keluarga peraih nobel terbanyak. Lima gelar tersebut disandang keluarga ini! Satu, dua keberhasilan hanyalah sebuah anugerah, tapi hidup adalah sebuah perjalanan (dengan bersepeda kata Bapak Einstein :) ). Oleh karena itu, teruslah bergerak, jika tidak ingin terjatuh. Sampai saat ini, tidak ada yang dapat menyaingi prestasi gemilang keluarga Maria Curie dan keluarganya.

Melihat ke belakang, saya melihat banyak kegagalan yang saya alami, penolakan universitas, perusahaan, ataupun wanita (ehem, ehem, tolong yang terakhir diabaikan :) ). Saya pun juga dapat mengingat beberapa keberhasilan. Saya yakin semua dari kita pasti dapat mengingat beberapa hal baik yang terjadi dalam hidup kita selama ini, dan juga (umumnya lebih banyak) hal buruk yang pernah terjadi kemarin.

Akankah semua itu menghentikan usaha kita untuk bergerak dalam hidup ini? Kalau kita gagal kemarin, seperti gagalnya tim nasional Indonesia memboyong piala AFF 2010, apakah kita menyesal, menangis, meratapi nasib yang sedemikian apesnya dan bilang: “ah, udahlah, ngapain lagi usaha, toh percuma, berkali-kali masuk final toh ga menang juga..”. Atau yang lebih realistis buat kita mah, “ah, percuma ngelamar kerja ga dapet-dapet”, “ah, percuma ngegebet cewe kece ga ada yang mau”, “ah, cape belajar, udah ah ga impian ngambil S2nya nanti aja, tunggu jadi presiden, kali-kali aja dapet S3 langsung” :p. Kegagalah bukanlah akhir segalanya, kegagalan justru harus jadi semangat agar kita bisa membuktikan bahwa kita bisa.

Di sisi lain, keberhasilan seringkali membuat kita puas, “ah, sudah kuliah di institut terbaik bangsa, mari kita santai-santai sekarang”, “ah, sudah dapet gaji 20 juta/bulan, mari kita nikmati hidup”, “ah, sudah keliling dunia, mari kita ke desa tanam padi, pelihara kerbau” :) .. Keberhasilan bukan suatu akhir untuk berpuas diri dan menikmati hidup. Keberhasian harusnya menjadi pitstop buat kita agar kita tahu, hooo… saya bisa sampai sini, mari lanjutkan! Lebih cepat lebih baik! Bersama Mega Pro! Honda dilawan.. Hahaha..

Apapun itu, roda kehidupan terus berputar, jam kehidupan hanya diputar sekali, mari kita lihat 2010 untuk terakhir kalinya, dan kita menatap 2011 yang akan dijalani. Saya yakin, Einstein berkata “keep moving”, bukan berarti asal bergerak, tapi bergerak maju, ke arah yang ada di depan. Apapun itu, mungkin itu kegagalan, mungkin itu keberhasilan, tapi anggaplah itu hanya bagian dari perjalanan. Jangan menganggap itu sebagai akhir.

Di akhir tulisan ini, saya ingin mengutip penggalan puisi dari seorang pujangga Spanyol, Antonio Cipriano José María y Francisco de Santa Ana Machado y Ruiz (eh, ini masih nama dia lho, bukan penggalan puisinya :) ). Dan, karena saya merasa kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya jadi menghilang, izinkanlah saya menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris.

caminante, no hay camino,
se hace camino al andar

wanderer, there is no path
path is made by walking

Dan memang, tidak pernah ada jalan. Jalan hidup anda dibuat dengan menjalaninya, bukan dengan berdiam diri, berhenti di sana, dan menunggu jalan dibukakan. Kalo kata papa saya mah, “Emangnya kamu raja! Enak amat!”

Selamat Tahun Baru 2011!

Kesendirian

Kesendirian kadang-kadang merupakan sebuah anugerah tersendiri yang sangat patut disyukuri.

Jangan pernah kau sesali, Kawan!
Jangan pernah kau tangisi, Kawan!
Apalagi hingga kau kutuki…

Karena ada sebuah kisah:

Aku berjalan menyusuri keramaian pasar
tukar-menukar, tawar-menawar
semua kata-kata tersebut jelas terdengar
terlalu bising untuk telingaku
terlalu nyaring untuk pikiranku

Aku pun menepi ke pinggir pantai
berusaha mendapatkan keheningan
gelak tawa muda mudi di pelabuhan mengusikku
jerit bocah di kapal menggangguku
tak kuat aku mendengarnya

Aku hanya ingin sendiri
ingin merasakan suatu keheningan kosong
Aku enggan mendengar apapun
kata-kata penuh tipu muslihat dari mulut busuk manusia

Aku bosan melihatnya
persahabatan, kasih, sumpah setia, janji manis
semua omong kosong
karena pada akhirnya manusia tetaplah manusia
tak mungkin sempurna

Aku hanya ingin mengatakan pada diriku sendiri
jangan kau berharap banyak pada mereka
karena semua itu palsu
penuh pura-pura
lebih baik
sendiri

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,319 other followers