Stave In: It’s harder than in your favorite movie!
So, you like to watch a movie? If you do, you’re just like me then.. Comedy, action, drama, adventure, just name it. But, please don’t mention horor. I really cannot watch that
.
Well, I usually watch this funny-geek-nerd-movie. Suddenly, I realized this movie was not only funny, but it’s so true. How come? Watch this:
Hahaha.. It’s funny, isn’t it? Somehow, we always see Hollywood movies that show us couple FBI agents or maybe one lonely good cop try to chase bad guys. They just hit a door with their body, and BAAM… They nail it! Well, most of the time, but not in this Wolowitz’s case. I’m sure you’re agree with me, it’s (a little bit) funny.
Believe it or not, we (I and three of my friends) had been in similar situation like that. One day, my friend came home and found out that he couldn’t open his room’s door. We discussed and tried many smart stupid way. I mean really, really stupid way. Tried to pick that lock, opened the window (which is a dumb idea because it’s covered by a very strong steel trellis), and yeah, we tried to break the door down. The result? We hurt our own shoulders.. We were cursing and said the movies lie to us. It seems so easy in those movies. Finally, we used screwdriver and hammer to open that door.
Well, like I said before, that video is so funny, yet so true. At least, my friends and I had been there and done that
.
Monk: It’s not a curse, it’s a gift.
Beberapa jam menuju ujian, saya merasa amat sangat malas untuk belajar, dan akhirnya saya membabat sekian episode final season Monk, tepatnya season 8! This is a very, very awesome movie, in my opinion. Dan, untuk mengisi waktu sebelum kembali belajar, saya mau menuliskan beberapa pendapat saya tentang film 125 episode ini.
1. Kenapa ga sama Natalie?
Sejak Sharona pergi ke NJ, Monk dapet asisten baru bernama Natalie Teeger. Sejak di season 7, entah kenapa saya amat sangat berharap si Adrian bakal jadian sama Natalie ini. At the end, at least. Lucu kan, Julienya aja udah tabah kayanya sama si Adrian and Natalie ini amat sangat ngerti banget tentang Adrian. But, I realized the writer had his own story, so…….
2. Berkeley!
This is the most pathetic thing. Monk and Trudy graduated from UC Berkeley. And, yes, it always reminds me of this tower:
And, yeah, I will always remember when I have to read all of those GRE’s words and how I tried to apply to that most prestigious university in the world. Universitas yang bahkan saat saya baru belajar ketak ketik di #dalnet dengan mIRC di era 1999 sudah sangat terkenal dengan BSDnya. Berkeley Software Distribution. Lucunya, kalau diingat-ingat, teman saya (tepatnya salah satu senior) pernah berkata: “Ngapain lo daftar ke sana? emangnya terkenal yah?”. Saya terdiam dan salah satu senior yang lain yang membalas: “Kayanya sih lumayan bagus deh.” Duh, plis lha, saya udah ga bisa komentar apa-apa deh. LOL. Well, yeah, beruntunglah buat semua teman saya yang telah mengecap pendidikan di sana.
3. Alone
Seriously, kasian banget deh sebenernya nasib si Monk ini. Seringkali seseorang yang istimewa berada di tempat, waktu, dan lingkungan yang salah. Akhirnya, mereka tidak bisa dihargai sebagai mana seharusnya. Dikucilkan malah. Saya sih berasa, selama ini saya melihat Monk-Monk lain yang ada di sekitar saya, dan……. Sangat prihatin. Beberapa mungkin orang-orang terdekat saya dan nonton film ini setidaknya bisa sedikit tersenyum miris deh melihat sebagian potongan hidup teman saya yang muncul di beberapa adegan.
4. You’ll thank me later.
Yeah, this is the funny thing. I still don’t get it. Tag line ini kayanya cuma berhasil membuat Natalie populer jadi pembaca nomor lotre deh. Sampe akhir cerita saya masih mikir, ini maksudnya apa sih?
5. The Ending is so…..
Well, pada 1 episode menjelang akhir, saya masih mikir, ini film maksa juga yah sampe si Monknya mo dibikin mokat. Dan, jreng-jreng-jreng. Seriously, saya amat sangat tidak menyangka! Ternyata kado natal kecil yang disimpen dan dibawa-bawa terus sepanjang 8 season ini menjadi penutup segalanya. Dan, ternyata, kenapa harus ada pembunuhan karakter terhadap Trudy sih? Saya sangat menyesalkan kejadian itu. Tapi, Molly Evan sangat sukses membawakan perannya. Ah! Great ending!
6. It’s a gift…. and a curse
Kalimat yang dipakai oleh Adrian dan Ambrose mengenai kelebihannya. Sebuah anugerah dan juga sebuah kutukan! Hal yang sama yang saya yakin sebagian besar orang “spesial” merasakannya dan berpikir tentang “keistimewaan” mereka. Dan, yeah, seperti saya bilang di poin 5. Endingnya ini istimewa dengan hadirnya Molly. Saat Molly bilang: “It’s a gift.” dan dibalas Monk dengan “and a curse”. Molly langsung memotong: “It’s not a curse! It’s a gift! Maybe, that’s why I’m here. To remind you.” Well, I think, it’s climax of your life when you can find someone who can remind you of that thing. That’s you’re so special, and all of your life is a gift. Good job!
Singkat kata, 8 season selama sekian lama ini sungguh luar biasa! Bye, Mr. Monk! Sekarang teman saya berkurang. Semoga HIMYM, Big Bang Theory, Royal Pain, Lie To Me, Merlin, dan White Collar cepat tamat. Amin!
Buat yang belum pernah menonton Monk, saran saya: nonton deh!
You’ll thank me later
Orphan (2009): Hypopituarism
Film lama banget nih, tapi baru banget keluar di bioskop Bandung, ngaret banget dah.. Nah, tadinya saya tidak berminat nonton ini, apalagi waktu melihat trailernya.. Hmm, tampak menyeramkan.. Namun, apa daya, waktu mau nonton ternyata film lain penuh, jadilah kami menonton film cukup menyeramkan ini.. Kenapa cukup?? Karena masih dalam batas tolerir koq, ga seserem yang saya sangka..
Well, sebenernya saya penasaran juga sama film ini, yang saya pengen tahu, akhirnya kaya gimana sih?? Si anak itu siapa.. Akhirnya saya tahu! Bener-bener ga nyangka banget dah.. Pertanyaan buat yang belom nonton, coba deh tebak berapa si umur si Esther, wanita yang ada pada gambar di bawah ini?
Hayo, brapa?? 9 tahun? 10 tahun? Kalo di plot ceritanya, dia adalah 9 tahun.. Tapi….. Ternyata di akhir cerita, dibilang bahwa sebenarnya usianya adalah 33 tahun, lahir di tahun 1978 (kalo ga salah inget) 1976.. WOW!! Gimana bisa? Wajah, tinggi badan, bahkan tanda-tanda seksual sekunder seperti payudaranya menunjukkan bahwa dia itu belum lewat masa pubertas pertamanya.. Bagaimana bisa 33?

