Tak Malu Menjadi Kuli

Finally, saya tergabung juga dengan keluarga besar tenaga kerja indonesia (TKI). Well, since TKI identik dengan buruh/pembantu, beberapa orang yang merasa lebih keren sedikit memplesetkan jadi tenaga kerja intelektual. Whatever, intinya orang Indonesia yang mencari rezeki di negara lain juga toh. Percuma nih orang-orang yang meracuni otak saya dengan idealisme manis mahasiswa: “Jadilah entrepreneur” atau “Berbaktilah bagi bangsa dan negara”.

Celotehan-celotehan di sebagian besar seminar saat saya kuliah itu: Indonesia sudah terlalu banyak pengangguran, kamu mau lulus dan hanya menambah angka pencari kerja? Atau, yang keren: hanya dibutuhkan 2% entrepreneur untuk menjadikan bangsa ini bangsa yang maju (2% angka karangan saya, tepatnya sih saya lupa berapa, yang pasti kecil lha, lol). Ga heran banyak yang lulus dari kampus gajah merasa: “Gua ga mau banget deh kerja sama orang” dan memilih membuka usaha sendiri. Dari mulai usaha membuka software house sampai MLM. Intinya, amit-amit kerja sama orang.

Celotehan lain yang tak kalah banyaknya: Bangsa kita sudah terlalu lama dijajah bangsa asing ……. (sorry, ga tau sambungannya soalnya biasanya saya uda bobo tuh abis bagian itu, lol). Mungkin doktrinasi ini yang membuat banyak juga lulusan kampus gajah yang ga mau bekerja di perusahaan asing, terutama perusahaan asing yang mengeksploitasi habis negara Indonesia. Temannya teman saya misalkan, benar-benar ga mau mendaftar ke perusahaan yang bukan dimiliki orang Indonesia. Tapi, setelah beberapa tahun, hilang juga idealismenya.

Hal yang menarik adalah ada aja orang yang bilang “Ngapain kerja sama orang?” atau yang lebih parah “Kok mau-maunya sih jadi jongos?”. Biasanya kalimat sarkasme terakhir keluar untuk orang-orang yang kerja di perusahaan seperti perusahaan pengeruk emas di Papua atau sejenisnya. Intinya: kok mau diperas keringat buat keuntungan orang lain,  bangsa lain yang malah merugikan bangsa sendiri?

Mewakili jutaan orang di luar sana, saya bisa saja menjawab: uang. Tapi, ga seru lha, kalau gitu, tulisannya jadi pendek donk :D. So?

Kalau 2% itu entrepreneur, 98%nya apa? Pekerja toh? Kalau semua orang berlomba-lomba jadi 2%, siapa yang jadi 98% itu tadi? Kalau memang panggilan hidup dan KEMAMPUANnya menjadi 2%, ya silakan. Saya ga anti wirausaha kok. Saya malah kagum dengan orang-orang yang punya semangat untuk berusaha membuat lapangan kerja untuk orang lain. Tapi kalau belum merasa punya panggilan hidup untuk membuka usaha, jadi 98% juga ga salah kok daripada sok-sokan loncat ke negeri entrepreneur trus ujung-ujungnya malah amburadul. Saya sih belum merasa punya kemampuan untuk jadi 2% itu yah, so here I am. Menjadi pekerja di perusahaan asing di negara cina coret.

Di suatu malam, teman lama saya bertanya: jadi kerja lo apa sih sem?

Jadi, saya bekerja di suatu perusahaan ODM. So, ini ODM perusahaan jenis apa lagi? Bayangkan anda sedang menatap layar kaca komputer atau handphone anda. Merk dari gadget anda itu katakanlah bergambar buah yang digigit sedikit :). Nah, si perusahaan bergambar buah digigit itu menghabiskan banyak uang dan banyak orang untuk mensurvei gadget seperti apa yang anda sukai sehingga nanti produk yang dikeluarkan si perusahaan ini akan membuat anda mengantri sekian jam khusus untuk membelinya di hari pertama. Katakanlah mereka sudah punya gambaran, anda ingin sebuah komputer unibody dengan lekukan-lekukan indah ditambah prosesor yang cukup cepat dan memori sekian giga, tapi kalau bisa setipis mungkin. Okay, perusahaan sudah menghabiskan sekian juta dollar demi informasi tersebut. Haduh, ribet nih kalau harus bikin. Karena bermimpi lebih mudah kan :).

Akhirnya, spesifikasi mimpi-mimpi itu ingin dibuat menjadi suatu kenyataan. Berpikir bahwa: waduh, ini susah deh bikinnya, akhirnya si perusahaan melihat ada orang-orang yang mau mengerjakan mimpi-mimpi mereka itu. Nah, perusahaan baik hati tersebut dinamakan original design manufacturer alias ODM. Perusahaan jenis ini yang merajut mimpi dan mengembalikan rajutan tersebut ke perusahaan perancang mimpi untuk dipasarkan ke anda. Hasilnya? Anda bisa melihat muka-muka yang ada di buku biru, kicauan-kicauan burung, ataupun humor-humor di 9gag :).

So, kerja saya apa? Yeap, tepat sekali! Seperti komen teman saya setelah saya jelaskan: “kuli dong lo”. Emang, bener banget tuh. Jadi, saya menjadi kuli di negara orang dalam sebuah perusahaan kuli. What a great life :). Untungnya selama menjadi kuli di perusahaan kuli ini saya ga harus kerja rodi sampe tengah malam demi menyenangkan klien-klien perancang mimpi tadi. Well, it’s better than menjadi konsultan di perusahaan multinasional tapi harus lembur sampai tokek-tokek bernyanyi tanpa tambahan pendapatan :p. Paling engga, menurut saya lebih bahagia lah nasib saya. Masih bisa jalan-jalan, main-main, makan shabu-shabu atau BBQan setiap hari.

Yang seru kerja di perusahaan ini adalah… jreng-jreng-jreng. Wah, perusahaan X bakal ngeluncurin hape baru nih Oktober 2013, namanya Apple 5 3/4. Atau, wah, perusahaan Y bakal ngeluarin produk baru nih, namanya Galaxy S Tler. Udah tau gitu, langsung telpon reporter, minta duit untuk informasi yang kamu miliki. Tiga hari kemudian, siap-siap bersih-bersih meja setelah surat pemecatan sampai di tangan kamu. LOL. Well, more than that, menurut saya yang masih fresh-freshnya keluar dari bangku kuliah, kerja di perusahaan ini setidaknya bisa membuka mata saya kalau ternyata itu si gadget-gadget ga cuma dipencet tombol trus sim-salabim nyala aja. Seringkali keinginan pelanggan tuh aneh-aneh, diwujudkan dengan rancangan mimpi yang super di awang-awang. Akibatnya: coba deh itu tolong dipikir gimana kamera 50megapixel bisa ditaro di HP yang tebelnya cuma 3 milimeter. Nyamnyam.

However, at the end, semua itu terbayar kok. Melihat produk-produk dirilis, masuk ke pasaran dan membuat sekian ratus juta orang mengantri. Lalu, kita kembali ke ranjang, menangis meratapi nasib, kenapa gaji kita ga bisa buat dipake buat beli gadget yang kemarin masih ada di atas meja kantor kita untuk ditest. ROFL. Tapi, seriously, menjadi kuli itu bukan sesuatu yang harus disesali. Lihatlah HTC, berawal dari perusahaan kuli, akhirnya dia berhasil jadi salah-satu brand terkemuka toh. Meski sekarang uda mau disuru balik lagi jadi kuli aja. LOL. At least, pernah merasakan nikmatnya terkenal :D.

Saat seseorang jadi kuli/jongos di perusahaan asing, di perusahaan pengeruk harta negara, di perusahaan pembakar hutan Kalimantan, atau di perusahaan kuli, yah itu rezekinya toh. Satu hal yang pasti, dia bisa belajar banyak dengan menjadi kuli di tempat-tempat tersebut. Sampai suatu saat panggilan datang, entah panggilan untuk membuka lapangan kerja bagi yang lain atau panggilan yang lebih mulia berbakti bagi tanah air nusa bangsa pasti jaya sampai s’lama-lamanyaaaaa (ups…) atau sekadar panggilan untuk membuka peternakan bebek, semua yang dia dapat selama menjadi kuli bisa dimanfaatkan toh.

Duh, ini kantor sudah mulai sepi, mari kita pulang merayakan berakhirnya hari Jumat yang cerah ini since udah ditelpon2 disuru pulang. LOL.

So, what the point of all those words? Intinya sih, jangan merendahkan orang hanya karena dia bekerja, seburuk apapun pekerjaannya, seburuk apapun tempat dia bekerja. Toh, lebih baik kerja kan dibanding garuk-garuk tanah di pojok ruangan ;). Cheers!

Tags: , ,

2 responses to “Tak Malu Menjadi Kuli”

  1. tom says :

    Lalu, kita kembali ke ranjang, menangis meratapi nasib, kenapa gaji kita ga bisa buat dipake buat beli gadget yang kemarin masih ada di atas meja kantor kita untuk ditest. <——— THIS!!!! hahahahahha

  2. tom says :

    Lalu, kita kembali ke ranjang, menangis meratapi nasib, kenapa gaji kita ga bisa buat dipake buat beli gadget yang kemarin masih ada di atas meja kantor kita untuk ditest. <—– THIS!!!!!!! hahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,322 other followers

%d bloggers like this: