Jadilah Yang Kamu Inginkan Saat Kamu Seorang Mahasiswa
Saat pertama saya di Institut Teknologi Bandung, seorang dosen berkata bahwa menjadi mahasiswa adalah sebuah kebebasan. Berapa banyak kebebasan yang bisa kita peroleh selama kita hidup ini?
Dua belas tahun di sekolah dasar dan menengah kita terikat aturan-aturan yang ketat. Tidak masuk sekian kali, orang tua kita dipanggil. Terlambat, kita disuruh berdiri di depan kelas. Tidak mengerjakan PR, 10 halaman harus kita salin sebagai hukumannya. Bukan hanya itu saja, ingat guru-guru yang berkeliling sambil membawa gunting? Bukan, bukan mau menggunting rumput. Rambut siswa yang melebihi kerah dan kuku-kuku panjang yang jadi sasarannya. Baju yang kita pakai pun harus sama, seragam. Alasannya sih biar ga terjadi kesenjangan sosial, takut ada yang pakai sepatu Nike sedangkan yang lain pake Niki.
Saat kita melepas status mahasiswa dan terjun ke dunia kerja, aturan-aturan pun tak kalah ketatnya saat kita sekolah. Emang sih, kita ga harus pake baju putih-merah, putih-biru, putih-abu lagi, tapi rata-rata kita harus masuk kantor dengan celana bahan dan kemeja berkerah dan tentunya sepatu. Beberapa perusahaan cukup menyenangkan dengan membebaskan kita datang dengan gaya apapun. Seorang teman saya bertahan di sebuah perusahaan start-up meskipun saya yakin dengan kemampuannya dia bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar dengan bekerja di perusahaan mapan. Saat ditanya, kebebasan bercelana pendek dan berkaos oblong jadi alasannya. Belum lagi aturan jam kerja yang sering kali membuat kita sakit kepala. Dulu saya bukan orang yang bisa bekerja nine-to-five. Pertama kali saya diminta datang setiap hari sebelum jam 8.20, ngeluhlah saya. Apa sih? Ga reasonable. Kerja itu bukan harusnya result-oriented yah? Kenapa jadi time-oriented gini? Mau protes? Ya ga bisa, aturannya udah kaya gitu.
Menjadi mahasiswa adalah suatu anugerah. Tidak semua orang berkesempatan, tidak semua orang merasakan, dan tidak semua orang mau menjadi mahasiswa. Tapi, seperti yang dikatakan dosen ITB tersebut, menjadi mahasiswa adalah masa kebebasan. Kita yang sejak kecil bergerak dalam pipa yang kecil, tiba-tiba sampai di suatu keran dan masuk ke pipa yang sangat besar. Pipa besar itu akan kembali menjadi pipa kecil saat kita keluar dari status mahasiswa kita.
Menjadi mahasiswa berarti berada dalam pipa yang sangat besar. Kita bebas! Tapi bukan berarti kebebasan itu tidak ada batasnya. Kita kan masih dalam pipa, kalau ga ada batasnya lagi, itu mah namanya bablas :p. Jam kuliah ada aturannya, kita masih mendapat tugas, masih ada ujian, masih ada hal-hal lain yang harus kita ikuti. Tapi, pertanyaannya, berapa banyak dosen yang peduli kita masuk kelas atau tidak? Siapa yang peduli kita bikin tugas atau tidak? Siapa yang mau selalu mengingatkan kita untuk belajar lebih rajin saat nilai ujian kita hancur lebur? Siapa yang mau repot-repot menggunting rambut dan kuku kita yang sudah sangat panjang?
Kita belajar tanggung jawab kepada diri kita sendiri. Apa yang mau kita lakukan, apa yang mau tidak kita kerjakan, itu pilihan kita. Saat saya masih menjadi mahasiswa, saya pernah bolos, saya pernah tidak mengerjakan tugas, saya pernah tidak belajar untuk ujian, bahkan saya pernah tidak mau ikut ujian akhir. Itu pilihan dan kita bebas untuk memilihnya, tentu dengan konsekuensi yang harus juga kita tanggung.
Bukan hanya itu saja, menjadi mahasiswa bukan hanya berkisar di masalah akademik. Ada pergaulan yang bisa kita pilih, jauh lebih banyak pilihan dibanding masa-masa hidup kita yang lain. Ada kegiatan yang bisa kita tentukan apa yang kita mau ikuti, jauh lebih bervariasi daripada masa-masa lain dalam hidup kita. Mau menjadi aktivis? Ingin jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) atau kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat)? Melatih skill marketing dengan menjajakan kue-kue di kelas? Membangun usaha kamu sendiri? Bekerja di perusahaan orang? Menjadi joki ujian? Atau, simply, meningkatkan keahlian bermain musik di unit kegiatan mahasiswa? Nyaris apapun yang kita mau ada.
Kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan saat kamu seorang mahasiswa.
Kalau kamu merasa tidak seperti itu, berarti kamu belum merasakan kenikmatan sesungguhnya menjadi seorang mahasiswa. Saya hanya bisa bersimpati.
Saya berkenalan dengan seorang mahasiswa dari RRC, Li Jia Le namanya. Dia bilang ke saya, “Life is easy, for college student”. Yeap, it’s true. It’s like, you almost don’t have to worry about anything. Di akhir obrolan, dia menambahkan:
“Be whoever you want, do whatever you like and if you cannot do that in college, you never can do that in your entire life”.
Little deep, huh? Yang lebih hebat menurut saya, ini keluar dari mulut seorang mahasiswa dari negeri tirai bambu. Tempat yang seharusnya kebebasan bukan sesuatu yang lazim.
Jadi, saat kamu masih menyandang status mahasiswa atau akan menyandang status tersebut, lakukanlah apapun yang kamu mau, jadilah seperti siapapun yang kamu bayangkan, dan berkaryalah apapun itu bentuknya.
Pesan dari saya, meskipun ini bukanlah suatu batasan, lakukanlah itu dengan bertanggung jawab karena semua pilihan yang kamu ambil akan memiliki konsekuensi yang tentunya juga harus kamu tanggung.
eh eh eh… new layout!!!
cool!
anyway, are you now satisfied with what you did then? *wink wink*
walaupun gak semua keinginan bisa tersatisfied-kan, yah gue cukup kenyang lah wandering 7 tahun di penjara gajah. it’s been fun
anda benar-benar memanfaatkan kesempatan dengan sangat maksimal! seriously salut bro
..
woww.. this article is really “wow” me


jadi merindukan masa kuliah yg tidak pernah satu kalipun saya sesali
salam kenal bro
*sukaaa banget ama quote dari Li Jia Le :p
hahaha, iya, masa kuliah emang berkesan ya..
salam kenal juga