Lotre

Hari-hari mendekati liburan emang paling ga produktif! Terbukti dengan kegiatan di lab yang makin geje. Dan, saya, seorang mahasiswa program pasca sarjana, yang harusnya menuntaskan tugas-tugas riset, malah asik naikkin level cityville dan nonton film-film serial yang tampaknya ga pernah abis ini! Well, untuk membuat jadwal kegiatan semakin beragam, jadilah saya mencoba menuliskan cerita lucu yang berlangsung tiap 2 bulan sekali ini.

Siapa sih yang ga kenal lotre? Kalo orang-orang biasanya mengidentikkan lotre dengan togel, bener ga sih? Ga tau juga dan saya lagi males buat mencari tahu, jadi kita anggep sama aja yah.. Nah, lotre ini kalo di Indonesia pasti udah jadi sasaran garuk polisi dan FPI. Kenapa? Haram katanya, judi… judi… *gaya Rhoma Irama* ;)..

Nah, di negara kecil yang saban tahun jadi sasaran taifun, saya menemukan hal unik. Beli lotre? Bukan donk, itu mah di Indonesia juga banyak, ga unik lagi jadinya. Jadi, ceritanya, kalau anda membeli barang dari toko/restoran/apapun nama tempatnya itu, biasanya anda minta yang namanya bon donk.. Apalagi kalo karyawan yang biasanya dapet biaya pengganti dari kantor untuk pengeluaran-pengeluaran dinas dia. Nah, di sini juga setiap transaksi disertai dengan bon. Ini jadi salah satu cara pemerintah di sini untuk mengawasi pembayaran pajak dari unit-unit bisnis yang ada di daerahnya. Lho? Gimana caranya? Jadi, setiap bon-bon yang keluar dari pihak pengusaha akan memiliki nomor tertentu, 8 digit tepatnya. Jadi, kalau menerima bon tanpa 8 digit ini, masyarakat bisa protes atau melaporkan ke pemerintah. Tentunya, si pihak pengusaha bisa dihukum kalau ketawan, karena kalau bon tidak disertai dengan nomor tersebut berarti transaksi tersebut tidak membayar pajak.

Eh, tapi biasanya kan orang dapet bon, dibejek trus dilempar ke tong sampah (kalo di Jakarta banyakan dibuang ke jalan :( ). Ga guna donk kalo gitu? Nah, ini dia yang lucu! Jadi yah, ke delapan nomor tersebut menjadi nomor undian bagi si pembeli. Setiap 2 bulan sekali, pemerintah akan mengumumkan beberapa nomor dan bagi orang yang memiliki nomor tersebut akan mendapat hadiah yang sangat menggiurkan. Untuk yang memiliki 8 angka yang sama dengan angka yang dikeluarkan akan mendapat uang sekitar 600 juta rupiah. Pemenang berikutnya mendapatkan 60 juta rupiah, 7 angkayang sama mendapatkan sekitar 12 juta, 6 angka sama = 3 juta rupiah, 5 angka sama = 1,2 juta, 4 angka sama = 300 ribu, dan 3 angka sama akan mendapat 60 ribu rupiah.

Nah, ini makanya yang membuat teman-teman dan semua sodara-sodara saya di sini menyetok bon-bon transaksi pembelian mereka. Disimpen sampe menggunung lah pokoknya. Dan, saya juga ikut-ikutan deh. Hahaha. Kaya gimana sih bon-bonnya itu?

Nah, lingkaran warna kuning adalah 8 angka keberuntungan kita, dan lingkaran warna hijau adalah periode undian bon tersebut. Di gambar di atas bertuliskan tahun 99, bulan 11-12 yang berarti November-Desember 2010. Nomor-nomor yang beruntung akan diumumkan setiap tanggal 25 bulan berikutnya. Dan, karena hari ini adalah tanggal 26, yang berarti nomor yang beruntung baru saja diumumkan kemarin, maka tak heran kalau siang ini anak-anak lab saya heboh ngecekin nomor-nomor “togel” masing-masing, termasuk saya! Hahahaha. Hasilnya? Ada 2 bon saya yang nyaris, sayangnya angkanya harusnya 599, punya saya 559. Yang satu lagi 234, sedangkan yang keluar 334! Ahhhhh… Keciwa.. Hahaha..

Eh, lucunya yah, boks-boks sumbangan yang biasanya ditemui di mall-mall ataupun jalanan bisa diisi pake ini lho! Jadi jangan heran liat kotak-kotak sumbangan isinya bon semua. Dan, beberapa museum menerima pembayaran untuk tiket masuk dengan bon ini juga. Beuh… Bon sakti emang.. Hahaha.. Saya baru nyadar dari dulu sodara saya bilang: “kalau dapet lotre, kalau dapet lotre” dan orang tua saya bilang, “di sana lotrenya legal”, ternyata ini toh maksudnya. Tapi yang jelas, menurut saya ini sih bukan lotre, yang lotre beneran ada lagi.

I just wonder, kalau teknik kaya gini diberlakukan di Indonesia gimana yah? Bisa dipake untuk mengawasi pembayaran pajak, dan juga bisa jadi sarana pemerataan penghasilan bagi banyak orang. Apa teknik kaya gini juga bakal dikategorikan haram? Ga tau deh yah.. Tapi kayanya masih jauh deh implementasi kaya gini di dalam negeri. Yah, selama nunggu yang kaya gini di negeri sendiri, saya banyak-banyak berdoa aja deh biar 2 bulan lagi nomor saya keluar. Hahaha.

About these ads

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 201 other followers

%d bloggers like this: