Saya Buta Warna
Masih tentang mimpi (harap maklum, topik obrolan sama anak lab lagi tentang mimpi2an sih
), cerita ini sungguh tragis menurut saya. Gimana ga? Siapa sih yang ga pernah mimpi di dunia ini? Well, I mean dreaming like a real dream. Kalo majasnya itu: bunga tidur. Saya juga sering mengalami mimpi-mimpi lucu, sedih, bahagia, dari mulai ngelawan monster bulet gede, 1 mata, 5 tentakel, berlendir dengan pedang excalibur, sampe mimpi ngejer-ngejer ayam di halaman belakang (beneran lho ini!). Seru yah kalo mimpi. Bisa jadi apapun yang kita mau, ngapain aja yang kita suka. Udah macem sinetron. Lha, trus yang tragis apa donk?
Nah, masalahnya, dari dulu sampe beberapa tahun lalu (saya lupa kapan tepatnya, yang pasti jaman-jaman kuliah S1 lha), pembahasan tentang mimpi-mimpi bersama teman-teman dimulai. Sampai suatu titik dimana terkuak lha cerita tentang mimpi-mimpi teman saya. Ternyata mimpi mereka berwarna donk! Eh? Maksudnya? Bukan, bukan berwarna=ceritanya lebih seru dari mimpi saya. Bukan, bukan berwarna=ceritanya tentang tukang cat nendang segalon tinta (duh, yang ini contohnya kok garing yah?). Nah! Benar sekali, maksudnya berwarna itu, mimpi-mimpi teman saya rata-rata ada warnanya! Dicium pacar yang memakai baju biru + celana kuning + dasi jingga, atau main cap sa dapetnya kartu As hati merah 3 biji (ini maen brapa dek yah sampe dpt ky gini?). Ada warnanya, dan mereka bisa tahu warna-warna yang ada di mimpi mereka. So??????
Well, kalau anda merasa itu wajar. Kalau anda mikir, “Trus kenapa?”. Saran saya: “Bersyukurlah kawan!”. Kalau anda heran: “Lho, kok bisa ada warnanya sih?”. Welcome to the club, kawan! Reaksi saya pertama kali tahu hal tersebut, “Eh, kok bisa ada warnanya?”.
Yupe, saya buta warna, bukan buta warna di dunia nyata, tapi saya buta warna di alam mimpi! Mimpi saya tentang si monster: warnanya abu-abu. Mimpi saya tentang si ayam: grayscale. Bukan sephia, grayscale! Sebagian besar berupa bayang-bayang aja. Lebih buruk dari wayang di desa yang merasakan sedikit cahaya kuning lampu pijar/tempel. Mungkin serupa dengan film era 70an yang masih hitam putih, sayangnya ini tanpa suara. Yah, mimpi saya mimpi hitam putih telepati.
Ih, kok bisa? Yey, jangan tanya saya donk! Cetakan dari sananya gitu, neng.
Dan, tiap kali orang cerita tentang mimpi dia (termasuk dalam pembicaraan dengan anak lab ini), saya akan bertanya: “mimpi kamu berwarna ga?”, dan sebagian besar menjawab: “ya iyalah”. Dan akan heran saat saya bilang: “Saya kaga tuh.” Jreng!
Ironis ga sih?
Tapi saya bersyukur kok, berarti mimpi saya ini boleh dinikmati oleh semua orang. Ga ada tuh yang namanya mimpi saya disensor karena si monster terlalu banyak mengeluarkan darah merah yang sangat realistis saat tertusuk excalibur dan menjadikannya mimpi 17+. Ato, ga usah repot-repot mikir ayam mana yang musti dikejer, karena ga mungkin dapet pesenan “ayam kampung buntut merah, jengger ijo, kaki kuning”. LOL.
Terlepas dari hal-hal bodoh di atas, saya sangat bersyukur mimpi saya hitam putih. Mungkin itu untuk menggantikan hidup saya yang sangat berwarna. Saya bisa melihat, saya bisa membedakan warna apa saja dengan baik, dan yang paling penting hidup saya penuh dengan cerita-cerita lucu, unik, seru, dan penuh corak karena dipenuhi sahabat-sahabat saya yang berkulit putih, kuning, hitam, sawo matang, atau apapun warnanya yang senantiasa membuat kisah unik mulai dari narsis di bawah pohon pisang.
Obsesi jadi superhero akibat lelahnya mencari makan di desa.
Sampai bersama-sama menjadi saksi kunci peristiwa kawinnya si sapi coklat ini.
Tak peduli di tengah malam atau di siang bolong, semua penuh warna ceria. Yah, mungkin ada beberapa yang terpaksa kurang bewarna.
Yah, tapi itu murni permintaan sang model kok.. Hahaha..
Duh, ini tulisan apaan sih sebenernya? Yawda deh, pesan moralnya cuma satu: buat teman-teman di luar sana yang mengalami nasib sama seperti saya alias buta warna di alam mimpi. Tenang aja, kawan, banyak rekan senasib dan sepenanggungan kok!
Cheers!



hueee…saya juga mimpinya item putih gitu..
kirain semua orang sama item putih..
baru tau juga ada yang berwarna ><