Agama: Candu Masyarakat?

Karl Max mengungkapkan bahwa Agama adalah candu masyarakat? Kenapa bisa begitu? Karena Karl Max sangat tidak puas melihat masyarakat Eropa saat itu diperlakukan tidak adil. Kelas pekerja diperas habis-habisan oleh konsep kapitalisme. Hal yang lebih menyedihkan lagi adalah, mereka (kelas pekerja) diam saja dan mereka BERDOA! Bergantung pada Tuhan!

Karl Max melihat bahwa agama dijadikan pelarian. Agama dijadikan tempat bagi bergantung. Agama yang sama (dalam hal tersebut: Kristen) malah mengajarkan masyarakat untuk tunduk. Tunduk pada kepemimpinan Allah. Agama tempat bergantung tersebut malah mengajarkan agar masyarakat menerima penindasan kapitalisme sebagai bentuk berkat dan anugerah tersendiri dari Allah. Agama tersebut mengkhianati masyarakat dan masyarakat bukannya menjauh, malah semakin mengelu-elukan agama yang dipegangnya. Paling tidak begitulah pemikiran Karl Marx.

Dengan pemikirannya tersebut, Karl Max membuat sebuah paham yang dikembangkannya dari paham sosialis. Paham yang kita kenal saat ini dengan nama Komunis. Paham yang dilarang di negara kita.

Max mungkin tidak salah sepenuhnya. Agama memang menjadi tempat pelarian, agama sering kali menjadi tempat bergantung. Tempat untuk mencari kedamaian di saat-saat kita merasa hampa, tertekan, atau mengalami masalah yang kita sendiri berpikir tidak sanggup menghadapinya. Agama mengajarkan kita untuk terus bersyukur, bersabar, dan bersandar kepada Tuhan. Agama memang membuat kita tenang.

Tapi, Max salah dalam satu hal. Agama bukanlah seperti candu. Agama tidak membuat manusia menjadi lemah, tetapi agama memberikan kita pengharapan. Pengharapan yang akan membangun hidup kita, bukan seperti opium yang membuat manusia menuju kehancuran.

Analoginya seperti ini:

Ketika kita sedang berada di masa puber dan selebihnya, tentu pernah merasakan gejolak cinta. Nah, anggaplah kita menyukai seseorang yang menurut kita OKE TE-O-PE BGT poenya.. Kita (terutama cowo2) tentu bakal berusaha ngedeketin orang tersebut toh (istilah gaulnya nge-gebet). Kalo cewe, mungkin masih agak malu-malu, tapi tetep aja berusaha untuk deket ma orang tersebut kan. Tapi kalo orang yang kita deketin itu berusaha menghindar, menjauhi, atau bahkan menolak kita, pasti kita akan mendapati kondisi yang dikenal dengan nama “patah hati”. Kondisi ini bakal membawa pengaruh buruk buat kita, bahkan menuju kehancuran (worst case: suicide).

Coba kalo kondisinya adalah: orang yang kita deketin itu memberikan sinyal-sinyal positif, kaya ngebales sms kita, ngajak jalan, mau diajak nonton, etc.. Biasanya kita langsung mikir: wah dikasih harapan nih.. Nah! Pengharapan inilah yang biasanya akan mendorong kita untuk semakin gencar melakukan usaha-usaha, bahkan pengharapan ini seringkali akan membawa pengaruh positif dalam aspek-aspek lain dalam hidup kita.

Well, setidaknya dari analogi di atas, saya ingin memberikan gambaran tentang kuatnya pengaruh suatu pengharapan. Bagaimana pengharapan bisa memberikan kekuatan kepada kita dalam menjalani segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita.

Setidaknya, waktu saya pulang dari PD malam ini, saya belajar bahwa, di titik terendah hidup manusia. Saat manusia tidak sanggup lagi menghadapi segala ujian dan cobaan yang terjadi. Saat kita melihat bahwa hidup kita hampa, masa depan kita penuh dengan kabut. Ketika kita secara manusia merasa hidup ini terlalu sulit untuk dijalani. Pada saat itulah, TUHAN menunjukkan dirinya pada kita. TUHAN akan menopang kita dan DIA sendirilah yang akan menggendong kita, sehingga kita tidak perlu berjalan melalui kesulitan-kesulitan tersebut.

Karena Dia begitu mengasihi kita. Dia adalah Tuhan yang sanggup menjawab semua doa dan permohonan kita. Dia yang selalu hadir dalam kehidupan kita. Pemikiran saya memang tidak secemerlang Max, pemikiran saya masih sederhana. Tapi saya pribadi percaya bahwa Tuhan sangatlah ajaib, Dia sendiri yang turun tangan untuk berkarya dalam hidup saya. Ya, saya sangat bergantung pada agama. Tapi agama bukanlah candu, tapi agama mengajarkan saya tentang Tuhan yang membuat saya semakin yakin dalam menjalani hari esok yang penuh ketidakpastian.

Lagu ini mungkin akan memberikan kekuatan bagi yang membutuhkan:

11 responses to “Agama: Candu Masyarakat?”

  1. Drama Queen says :

    Hope prevails…

    xoxoxo
    _DQ-

  2. ted mosby says :

    ketika Karl Marx bilang agama itu candu, maka ia tidak otomatis bilang tuhan itu candu. mungkin ia berpikir untuk mencapai tuhan tidak harus melalui agama.

    ketika tuhan mengajarkan untuk membebaskan budak,
    sementara agama malah melestarikan budak,

    maka sebenarnya impian Marx sendiri sejalan dengan perintah tuhan, sayangnya, tidak sesuai dengan ajaran agama.

    • samsi says :

      memang engga sih, tapi kayanya bukan itu juga maksud dia kayanya.. cmiiw:

      “Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of a heartless world, and the soul of soulless conditions. It is the opium of the people. The abolition of religion as the illusory happiness of the people is the demand for their real happiness. To call on them to give up their illusions about their condition is to call on them to give up a condition that requires illusions.”

      Kalau saya sih mengartikannya, orang memilih bergantung kepada Tuhan lewat agama/kepercayaannya dan terlalu berserah pada yang di atas. Ujung-ujungnya orang (budak-budak itu) malah terlalu banyak berdoa dan pasrah tanpa bertindak. CMIIW.

    • hamdan says :

      Saya sangat sangat setuju dengan anda bro…menurutku semua agama adalah candu dan racun….agama adalah hasil rekayasa manusia belaka. TETAPI agama tidak sama dengan TUHAN.
      saya percaya pada TUHAN dan Meng AGUNGKAN TUHAN, TETAPI saya tidak percaya kepada agama. Apalagi agama yg mengajarkan tentang KEKERASAN dan AGAMA YANG SELALU MELONTARKAN ANCAMAN BAIK KEPADA UMATNYA SENDIRI MAUPUN KEPADA UMAT LAIN.

      • samsi says :

        yah, agama itu kan ada unsur manusianya.. karena terbentuk sudah sangat lama, akhirnya perintah Tuhannya mulai tercemar sama ajaran manusia yang kadang-kadang bisa salah juga, sesuci apapun dia. harusnya sih awalnya sempurna aja ajarannya, cm krn faktor manusia yang tidak sempurna jadi berubah deh.. well, apapun yang kita percayai, sah-sah saja kan, kebebasan tiap manusia jg.. saling menghormati saja dan jangan ngusik hak orang lain :D..

  3. joe j. toreh says :

    Bisa dipahami kenapa si Max kecewa. Pada konteks tertentu, agama malah jadi a license to kill! Remember the old age of GOLD, GLORY and GOSPEL? Today’s terrorism?
    Om Max pantas kecewa ngeliat orang Eropa saat itu. Dia bakal lebih kecewa kalo tahu pahamnya bikin banyak orang menderita.

    Personally, hasil religiousitas/spiritualitas to whatever above/out there, akan tampak pada perilaku si penganut pada sesamanya/apapun di sekitarnya.

    Whatever you believe, as long as it makes you a better person inside and therefore outside, so be it.

    It’s not the religion. It’s the people who make the choice.

    Peace.

  4. test says :

    agama adalah milik orang2 bodoh. sorry, gua gak termasuk di dalamnya

    • samsi says :

      agama itu pilihan..
      ada orang bodoh yang beragama, ada juga yang tidak.. orang pintar juga sama saja toh..
      so, saling hormatin aja perbedaan yang ada :)..

    • hamdan says :

      Percaya pada agama adalah tindakan bodoh…
      menjadi fanatik agama adalah lebih bodoh dan idiot.
      jika ingin berdoa kepada TUHAN, langsung saja berdoa tanpa harus melalui “CALO” yang bernama AGAMA.

  5. Cepcep says :

    Agama membuat manusia di dunia ini jadi memiliki perbedaan, akibat dari perbedaan itu kadang kadang sering muncul konflik yang mengatas namakan agama tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,323 other followers

%d bloggers like this: