Archive | February 2010

Kebersamaan, Kesederhanaan, Kebahagiaan

Pernah ga sih kamu berjalan di tengah hutan buat ngangon kambing, gelayutan di akar beringin bersama 10 teman lain, lalu loncat ke sungai bak atlit lompat indah? Atau, pernah ga sih kamu ciprat-cipratan air di pinggir sungai, sambil melihat di sisi lain sungai tersebut ada seekor harimau yang sedang minum di sungai tersebut dan pulangnya, kamu dan teman-teman menangkap kuskus yang selanjutnya menjadi peliharaan kamu selama beberapa tahun ke depan? Hmm, ada yang pernah? Saya sendiri ga pernah tuh. Tumbuh besar di tengah hutan gedong Jakarta, gelayutan paling banter di pohon mangga sekolahan, berenang pasti di kolam renang, liat harimau juga paling di film Tarzan.. Tipikal kehidupan sebagian besar anak kota rasanya..

Read More…

Semarang: Alone!

Jam di laptop saya menunjukkan 6.32 di pagi hari. Untuk kedua kalinya saya ke Semarang, dan untuk pertama kalinya sendirian ke sini.. WoW!! Dengan pedenya, semalem saya berangkat dari Bandung. Dengan bermodalkan nekad, saya berjalan dari Kalibanteng, Semarang. 4.30 dini hari (tempat saya turun dari bus) dan berjalan dengan gagah perkasanya melewati jalanan Semarang yang tidak saya kenali..

Setelah hampir 1 jam berjalan kaki dengan membawa beban yang cukup menyakitkan punggung, akhirnya saya menemukan sebuah bangunan yang saya cukup kenali dari Semarang: LAWANG SEWU!!! Yeah, akhirnya… Ternyata baru saya ketahui Lawang Sewu dalam masa pemugaran sekarang, dan masyarakat umum tidak diperkenankan untuk masuk ke sana.

Perjalanan dilanjutkan!

Read More…

Eku Wand: Life is a game!

Hari ini saya cukup beruntung, karena selama kurang lebih 3 jam, saya bisa mendapat ilmu dari Eku Wand. Beliau adalah seorang profesor dari HBK Braunschweig . Kalau saya sih tadi liatnya tu profesor masih muda (ato apa emank orang bule keliatannya lebih muda dari umur sebenernya yah??)

Nah, 3 jam tadi beliau ngajarin yang namanya game design. Ga spesifik game design sih, tapi lebih ke bagaimana creative process di balik desain itu sendiri, baik itu desain game, desain produk, ataupun desain komunikasi.

Kuliahnya sih luar biasa berkesan lho! Bener-bener bikin tertarik banget.. Kalau boleh membandingkan, jauh lha kualitasnya sama sebagian besar dosen-dosen yang biasa saya temui. Apa karena dia profesor di bidang desain komunikasi kali yah, jadi ngomongnya enak.. Hehehe..

Nah yang cukup menarik adalah, dia nanya, menurut kalau dibilang game is a natural process, kalian percaya ga? Anak-anaknya diem-diem aja, antara bingung mo jawab apa, ga tau, sama malu.. Yah, tipikal mahasiswa indo lha :) .. Abis itu dia ngelanjutin:

Game is a natural process. Our life is a game. What is the point of a game? To solve a problem, right? So does our life.

Percaya ato ga, disadari ato ga, hidup kita emank seperti game kan.. Kita harus berusaha nyelesain misi-misi yang ada. Kita berusaha untuk menang lawan musuh-musuhnya, kita berusaha buat nemuin rahasia-rahasia yang ada dan kalo bisa kita berusaha buat dapet bonus.. Just like a game.. Yang penting dari game (baik itu game beneran ato hidup kita), adalah solusi. Bagaimana kita mencari solusi-solusi untuk permasalahan yang ada di game tersebut atau di hidup kita..

Yuk, mari kita bersama-sama maenin game kehidupan kita.. Cuma, jangan curang yah… Jangan pake cheat, apa lagi cheat buat langsung tamat (a.k.a suicide :p).. Nikmatin aja story line game kita.. Adios!

Buat yang penasaran sama tampangnya Prof. Eku ini, nah ini dia fotonya yang saya dapet dari sebuah situs (mmm, yang ini sih jauh lebih muda dari yang tadi sebenernya..):

Agama: Candu Masyarakat?

Karl Max mengungkapkan bahwa Agama adalah candu masyarakat? Kenapa bisa begitu? Karena Karl Max sangat tidak puas melihat masyarakat Eropa saat itu diperlakukan tidak adil. Kelas pekerja diperas habis-habisan oleh konsep kapitalisme. Hal yang lebih menyedihkan lagi adalah, mereka (kelas pekerja) diam saja dan mereka BERDOA! Bergantung pada Tuhan!

Karl Max melihat bahwa agama dijadikan pelarian. Agama dijadikan tempat bagi bergantung. Agama yang sama (dalam hal tersebut: Kristen) malah mengajarkan masyarakat untuk tunduk. Tunduk pada kepemimpinan Allah. Agama tempat bergantung tersebut malah mengajarkan agar masyarakat menerima penindasan kapitalisme sebagai bentuk berkat dan anugerah tersendiri dari Allah. Agama tersebut mengkhianati masyarakat dan masyarakat bukannya menjauh, malah semakin mengelu-elukan agama yang dipegangnya. Paling tidak begitulah pemikiran Karl Marx.

Read More…

Akhirnya Turun Juga!!!

Alkisah, di suatu hari, entah kenapa saya tertarik masuk ke unit kegiatan mahasiswa yang bernama 8EH Radio ITB. Believe it or not, tadinya mau jadi announcer lho!!! WoW, Magic!!! Anyway, lupakan cerita kenapa bisa masuk dan proses tetek bengeknya itu.

Satu tahun berselang setelah masuk radio yang super duper ajaib ini, saya naik menduduki suatu posisi yang bernama Technic Manager. Urusannya jelas, ngurusin tekniknya 8EH.. Well, meskipun berasa keren dengan gelar manager yang disandang, tapi sayangnya orang yang ada di bawah manager yang satu ini cuma 1 orang!! WoW, Magic!!!

Setelah 1 tahun kepengurusan berganti, saya pun sudah mau angkat kaki dari jabatan ini. Sayangnya, General Manager 8EH yang baru (8EH tuh menganut sistem management board dimana, ketua 8EH dinamakan GM) mengangkat saya kembali. Dan, hebatnya, jumlah anggota tidak berubah… WoW, Magic!!!

Fiufh, setelah 2 tahun berlalu, ternyata saya masih harus memegang amanah yang satu ini. Hingga tibalah kita semua di saat yang berbahagia ini, dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan ….. (wew, kenapa nyambungnya ke pidatonya Bung Karno gini yah??). Anyway, pada pukul 20.45 tanggal 23 Febuari 2010, tepatnya 2 tahun 5 bulan setelah saya pertama kali memegang jabatan ini, akhirnya saya boleh berlega hati mengucapkan laporan pertanggungjawaban saya yang super duper pendek dan agak geje tersebut.

Lega karena bisa terhindar dari makian dan keluhan para kru yang lain tentang barang-barang teknik, seneng karena bisa lepas juga dari tanggung jawab yang amat sangat membebani ini, bahagia karena bisa maki-maki kru laen tanpa beban, dan yang terpenting adalah gw udah bisa nyampah dengan tenang di studio tercinta yang satu ini tanpa adanya rasa bersalah sama sekali. LOL.

Well, selamat menjabat untuk GM yang baru, which is Aldy. Selamat berkarya buat TM yang baru, which is Brian. Selamat bertugas untuk Management Board yang baru. Dan, yang terpenting selamat belajar dan selamat membangun keluarga kedua kalian untuk semua kru 8EH Radio ITB yang saat ini masih harus menjalani perjalanan panjang yang akan sangat berkesan dalam hidup kalian di studio tercinta kita. Akhir kata, saya beserta segenap kru bertugas mengucapkan: Be smart and stay cool in harmonia progressio! :)

Tribute to: Fuji, Andra, Yani, Ichsan, Handoko, Nico, Alvan, Ayesh, Alien, Gisha, Rady, Ade, Medi, Vina, Vini, Dani, Ravina, Sara, Tiwi, Aldy, Isal, Via, Tirta, Sasmaya, Fahmy, Iwa, Putri, untuk semua kerja sama, bimbingan, kebersamaan serta pengertiannya selama ini. Mohon maaf jika ada kesalahan baik dalam pikiran, perbuatan, maupun perkataan (pramuka banget deh ini, lol)..

Special note for Fuji: Sabar ya….

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,319 other followers